javascript:void(0)
Don't believe everything i've said, heck, don't believe anything. Learn to differentiate facts and personal opinions. Do your OWN research, then, CHOOSE what to believe.
Showing posts with label cinta. Show all posts
Showing posts with label cinta. Show all posts

Sunday, March 18, 2012

Perubahan

"Kemudaan telah berlalu dan usia menggantikannya dengan pengalaman dan kematangan."
-Norashikin Rahmat

Telah ditimpa dugaan lagi, dan serasa ini sepertilah satu musibah yang sangat besar.

Manusia, bila diuji, akan berubah.

Saya cuba melihat balik, bermula saya diuji dengan dugaan ini, apakah yang telah berubah?

Pagi ini saya tengok cermin, dan saya sedar satu perkara yang sudah berubah. Jambang saya semakin panjang. Heh.



Ada masa tertentu, kita akan di'push' sehingga satu tahap yang tak pernah kita lalui atau tak pernah kita jangka. Mujur saya pernah melihat video di atas. Maka di saat kemuncak perasaan itu, doa itulah yang keluar dari mulut saya. Berkali-kali.

Sebenarnya panjangnya jambang (ugh perlu ke sebut berulang-kali) hanyalah side story je. Beserta dengan itu juga terselit pelajaran tentang hidup. Disebabkan cycle cikgu ganas pun masih tak habis lagi, terpaksalah saya menangguhkan untuk menulis pengajaran-pengajaran yang dapat saya kutip pada kali ini.

Kita, milik Tuhan. Berapa lama sangat sesuatu selain Tuhan boleh menarik dan menghantui hidup kita?

And those who strive in Our (cause),- We will certainly guide them to our Paths: For verily Allah is with those who do right.
29:69

Dan orang-orang yang berusaha dengan bersungguh-sungguh kerana memenuhi kehendak ugama Kami, sesungguhnya Kami akan memimpin mereka ke jalan-jalan Kami (yang menjadikan mereka bergembira serta beroleh keredaan); dan sesungguhnya (pertolongan dan bantuan) Allah adalah berserta orang-orang yang berusaha membaiki amalannya

Monday, March 5, 2012

Musyawarah Burung : Buku Yang Sangat Saya Suka


Kalau ada satu buku yang saya tidak akan jemu membacanya walau beribu kali sekalipun (saya rasa la)...maka buku itu adalah buku Musyawarah Burung ini. (Bear in mind, status AlQuran adalah sepatutnya lebih dari itu lagi, tak jemu membacanya walau trillion kali khatam sekalipun)

Musyawarah Burung adalah sebuah buku yang ditulis oleh Fariduddin Attar, dan buku ini lebih dikaitkan dengan kaum sufi. Kalau saya beritahu tentang buku ini kepada sebahagian kawan-kawan saya yang memang 'hardcore' mengikuti manhaj salafussoleh (baca : orang-orang soleh zaman silam yang terdiri dari para sahabat, tabien dan tabiettabien), mereka pasti akan menghalang saya dan meng'kondem' buku ini habis-habisan.

Bagi saya, saya tidak akan mampu untuk menjadi seperti itu. (walaupun saya memang sudah dengan tulus hatinya ingin menjadikan manhaj salafussoleh sebagai jalan hidup saya - kemudian lah ye saya cerita lebih dalam tentang salafussoleh). Bagi saya, setiap sesuatu, selagi ada benda yang elok boleh diambil, biarpun dikelilingi sampah, jika benda itu berharga, saya tetap akan ambil. Ianya seperti mengambil jongkong emas dalam lubang jamban. (maaf jika pemilihan bahasa agak kasar)

Dalam hal ini saya berpegang kepada kata-kata Ibn Taimiyyah, yang boleh juga disebut sebagai salah seorang ulama yang mengikuti manhaj salafussoleh (ke dia pun boleh digelar tabien atau tabiettabien? nnt kena check) :

It is not fair, just nor mature to judge a person by labels within the framework of general orthodoxy. What should be judged is one’s statements, actions and articulation according to Islamic rules. This was articulated by Ibn Taymiyyah in his Risalah al-Fuqara and al-Shattibi in al-‘Itisam. The latter saying about tasswuf that it is incorrect to contend that every aspect of it is an innovation, nor is it fair to label every aspect of it as correct. “Nay, this issue is inspected.”


Makanya, seseorang itu harus berusaha memperhatikan setiap perkara yang dia terima. Memang ada beberapa perkara, apa yang diberitahu oleh Fariduddin Attar dalam buku itu adalah tidak tepat. Contohnya, mengatakan iblis itu adalah sebahagian dari malaikat...pendapat ini tidak tepat, sebab iblis adalah memang asal-asalnya dari kalangan jin. Tapi apa yang lebih menarik minat saya dengan buku ini adalah dari semangat cintakan Tuhan, dan kata-katanya adalah saya kira sangat indah. Tulisan saya selama ini pun sebenarnya adalah cubaan untuk mencontohi lenggok bahasa buku itu. Walau macam mana sekalipun saya tulis, sehingga hari ini, saya masih menganggap tulisan saya masih tak sama pun macam apa yang buku itu tulis.

Kisah bagaimana saya mendapat buku itu pun sebenarnya sangat best. Tapi saya simpan untuk lain kali sahaja. Buku ini adalah benda yang saya selak selalu ketika suatu ketika dulu hubungan saya dengan AlQuran masih lagi sangatlah lemah, perintah-perintahNya tak semua saya penuhi....sangat teruk menjalani hidup...apa yang ada ketika itu hanyalah (sebahagian besarnya) membaca buku ini, dalam usaha menanamkan kecintaan terhadap-Nya, cuba menjadikan Dia lah tujuan hidup. Ugh. Sukalah saya ingin memetik suatu petikan dari buku itu :




Adapun bagiku, aku
akan merasa bahagia menemukan biar hanya jejaknya saja. Itu akan ada juga artinya, tetapi hidup
tanpa Dia tentulah akan menjadi sesalan.


Pastilah hidup tanpa Dia akan jadi sesalan, bila mana seluruh kehidupan kita adalah dengan pertolongan dan belas kasihanNya. Dalam keadaan fitrah hidup insan, fitrah jiwa manusia ingin hidup berTuhan, maka bagaimana seseorang itu mampu hidup tanpa Tuhannya?

Musyawarah Burung, menyampaikan sebuah cerita dengan menganalogikan manusia seperti sekelompok burung-burung. Maka perhatikanlah baik-baik. Saya harap, semua orang yang sekepala dengan saya, suka baca tulisan-tulisan saya (lol), atau mungkin semua orang yang saya suka (tak kisah lelaki atau perempuan) akan dapat membaca buku ini dan memetik intipatinya yang bagi saya sangat best.




Di sini adalah link bagi sesiapa yang berminat ingin membaca buku itu
http://dl.dropbox.com/u/11037569/musyawarah%20burung.pdf

********************************************************************************************

'Sneak Peek' atau 'Intai Isi Buku'

Di bawah adalah antara contoh-contoh ayat yang terkandung dalam buku ini.


O, hatiku, bila kau ingin sampai pada ambang pengertian, berjalanlah hati-hati. Bagi setiap
zarrah ada pintu tersendiri, dan bagi setiap zarrah ada jalan tersendiri yang menuju ke Wujud
penuh rahasia yang kusebutkan itu. Untuk mengenal diri sendiri orang harus menghayati seratus
kehidupan. Tetapi kau harus mengenal Tuhan dari Dia sendiri dan bukan dari dirimu; Dialah
yang membukakan jalan menuju padaNya, bukan pengetahuan manusia. Pengetahuan tentang
Dia tak tersedia di pintu orang-orang yang pandai menyusun kata. Pengetahuan dan kebodohan
di sini sama, karena keduanya tak dapat menjelaskan maupun melukiskan. Pendapat orang-orang
tentang ini hanya timbul dalam angan-angan mereka; dan aneh tentunya untuk mencoba
mengambil kesimpulan dari apa yang mereka katakan: baik atau buruk, apa yang mereka katakan
itu hanya berasal dari diri mereka sendiri. Sedang Tuhan di atas segala pengetahuan dan di luar
segala bukti, dan tak satu pun yang dapat menggambarkan Keagungan Suci diri-Nya.

O, kau yang menghargai kebenaran, janganlah mencari kias; adanya Wujud yang tak
terbandingkan ini tak memungkinkan kias. Karena tiada para nabi maupun para utusan dari langit
memahami sezarrah terkecil pun; mereka semua bersujud sambil berkata, "Kami tak mengenal
Tuan sebagaimana keadaan Tuan yang sebenarnya."



Kata burung Hud-Hud itu kepada kawan-kawan burungnya yang lain,

Kukenal baik Rajaku, tetapi sendiri saja tak dapat aku pergi mencarinya. Tinggalkan keseganan
kalian, kesombongan kalian dan keingkaran kalian, karena siapa yang tak mementingkan
hidupnya sendiri terbebas dari ikatan dirinya sendiri; ia terbebas dari ikatan baik dan buruk demi yang dicintainya. Bermurah hatilah dengan hidup kalian. Jejakkan kaki kalian di tanah dan
melangkahlah ke istana Raja. Kita mempunyai Raja sejati, ia tinggal di balik gunung-gunung
Kaf.2 Namanya Simurgh3 dan ia raja segala burung. Ia dekat dengan kita, tetapi kita jauh
darinya. Tempat persemayamannya tak dapat dicapai, dan tiada lidah yang dapat mengucapkan
namanya. Di mukanya tergantung seratus ribu tabir cahaya dan kegelapan, dan dalam kedua
dunia itu tak ada yang dapat menyangsikan kerajaannya. Ia Raja yang berdaulat raya dan
bermandikan kesempurnaan dari keagungannya. Ia tak membukakan diri sepenuhnya meskipun
di tempat persemayamannya sendiri, dan tentang ini tak ada pengetahuan atau kecerdasan yang
dapat meraihnya. Jalan itu tak dikenal, dan tak ada yang berteguh hati mencarinya, meskipun
ribuan makhluk melewatkan hidupnya dalam kerinduan. Bahkan jiwa yang paling suci pun tak
dapat melukiskannya, dan akal budi tak pula dapat memahami: kedua belah mata ini pun buta. Si
bijak tak dapat mengetahui kesempurnaannya dan si arif tak pula dapat mengamati
keindahannya. Sekalian makhluk memang ingin meraih kesempurnaan dan keindahan itu dengan
bayangan angan. Tetapi betapa dapat kalian menempuh jalan itu dengan pikiran? Bagaimana
mengukur bulan dari ikan? Begitulah, ribuan kepala pun bergerak ke sana ke mari, dan hanya
ratap dan keluh kerinduan saja yang terdengar. Banyak laut dan daratan di tengah jalan. Jangan
kira perjalanan itu singkat; dan kita mesti berhati singa untuk menempuh jalan yang luar biasa
itu, karena jalan itu amat panjang dan laut itu dalam. Ada yang berjalan dengan susah payah dan
keheranan, sambil kadang-kadang tersenyum dan kadang-kadang menangis. Adapun bagiku, aku
akan merasa bahagia menemukan biar hanya jejaknya saja. Itu akan ada juga artinya, tetapi hidup
tanpa dia tentulah akan menjadi sesalan. Janganlah kita menutup jiwa kita terhadap yang kita
kasihi, tetapi hendaklah kita ada dalam keadaan yang serasi untuk menuntun jiwa kita ke istana
Raja kita itu. Cucilah tangan kalian dari kehidupan ini bila kalian ingin disebut pengamal. Demi
yang kalian kasihi, tinggalkan kehidupan kalian yang berharga ini, sebagai muliawan. Bila kalian
menyerahkan diri dengan manis, sang kekasih pun akan memberikan seluruh hidupnya pada
kalian."

Wednesday, February 22, 2012

Bukan sekadar senyuman

Buat mereka yang di luar sana, seperti juga aku yang sangat tak faham dengan dunia yang kompleks ini.
dipetik dari http://dingin.blogspot.com/2007/07/bukan-sekadar-senyuman.html

*************************************************************************

"Aku rasa dia tidak mencintai aku." Dia sugul.

"Jadi kamu sugul kerana itu?" tanyaku sambil buat-buat sugul.

"Bukan," jawab perlahan. Wajahnya kelihatan berubah, mungkin hairan melihat wajah sugul aku yang dibuat-buat tetapi tidak menjadi.

"Jadi?" tanyaku lagi. Aku rasa dia tahu aku sengaja buat-buat sugul. Jadi aku alihkan pandanganku daripada dia.

Dia diam. Aku kira dia akan diam 5 minit seperti drama korea. Tapi hanya untuk 30 saat.

"Aku sugul kerana dia melayan aku dengan baik." Temanku kembali sugul.

"Jadi?" tanyaku lagi buat kali ke-3.

"Mengapa dia perlu melayan aku dengan baik, hingga membuat aku merasakan hidup aku punyai warna-warna lain selain hitam dan putih jika dia tidak mencintai aku," katanya tanpa malu-malu lagi meluahkan rasa jiwangnya.

"Jadi kamu sugul kerna dia melayan kamu dengan baik, tetapi layanan dia itu tidak bermaksud dia cinta dan kerana itu kamu sugul." Aku kira semakin memburukan keadaan dengan persoalan yang berbelit-belit.

Dia mengerutkan dahi. Mungkin berfikir aku bilang apa tadi. hahaha.

"Hurm..ya, aku sugul kerana dia seperti cuba mempermain-mainkan aku. Mengapa perlu melayan aku seperti kekasih. Tidak bolehkah dia melayan aku seperti orang lain sahaja." Dia merenung aku, seolah meminta aku mengiyakan sahaja pendapat dia. Tetapi hari ini mood aku kurang elok. Hehehe.

"Dia tidak salah. Kamu yang salah. Kerna kamu berburuk sangka dengan dia. Aku tanya kamu, kamu pernah luahkan rasa hatimu pada dia?" tanyaku.

"Tidak." Dia menjawab perlahan.

"Jadi bagaimana dia tahu kamu mencintai dia. Kamu kata dia melayan kamu seperti kekasih. Layanan yang bagaimana?" Aku semakin menembak banyak persoalan.

"Dia menghantar sms, dia bertanya khabar. Dia meminta maaf sekiranya lambat balas sms. Dia beri emel. Dia YM. Dia berikan saya hadiah hari lahir. Dia buat saya tersenyum," katanya lagi sambil tersenyum menyebut perkataan tersenyum. Aneh.

"Aku rasa, bagi semua yang diperbuat itu perkara biasa. Cuma yang luar biasanya adalah perkara yang dia buat itu membuat kamu tersenyum dan kamu merasakan orang yang membuat kamu tersenyum itu adalah orang yang mencintai kamu." Aku berhenti sebentar. Menarik nafas sambil terignat akademi al -Quran. Berkenaan cikgu taranum yang mementingkan tempat berhenti bagi mengambil nafas. heh.

"Jangan menganggap seorang yang membuat kamu tersenyum itu seorang yang mencintai kamu. Tetapi yakinlah, dia menyayangi kamu. Dan paling utama, dia selesa dengan kamu. tetapi cinta itu berbeza," kataku menyudahi ayatku tepat pada nafas yang terakhir.

"Jika orang itu menyayangi aku, selesa dengan aku, bagaimana pula cinta boleh berbeza, sehingga dia tidak mencintai aku." Giliran dia pula yang bertanya.

"Dia adalah sahabat. Sahabat yang kamu perlu jaga kerana dengan dia kamu boleh berharap jika kamu tempuhi saat sukar nanti. Berkenaan cinta pula, cinta bukannya bermakna senyum sepanjang masa. Cinta adalah berkenaan cemburu, rajuk dan air mata. Tetapi kamu tadi tidak pernah sekali menyatakan dia membuat kamu rungsing dengan rajuknya, dengan cemburunya, dengan air matanya. Dia hanya membuat kamu tersenyum sepanjang waktu. Hanya diri kamu sendiri yang membuat kamu sugul. Jadi kamu jangan sia-siakan dia hanya kerana kamu ingin dia menicntai kamu. kamu perlu bersyukur, kamu masih punyai seorang sahabat yang masih mampu membuat kamu tersenyum."

AKu cuba tersenyum pada lafaz akhirku. Nyata aku gagal. Aku keputusan nafas.

Dia pula tersenyum apabila membaca meseg daripada hp nya.



Thursday, February 9, 2012

Doa itu Tetap Tak Berubah

Walau macam mana sekalipun keadaan seolah-olah memberikan 'tanda' bahawa dia adalah untuk kita;
walau macam mana tinggi sekalipun ketinggian semangat dan cita-cita;
walau macam mana mungkin kita fikir keserasian itu ada;
walau macam mana sekalipun dalamnya perasaan itu kita rasa kita ada;
kita tetap tidak boleh mengatakan 'pasti', 'selamanya' dan macam-macam lagi janji di luar kuasa kita.
serta doa-doa yang selama ini dipanjatkan pun tak akan pernah berubah juga sampai bila-bila.



“So he watered (their flocks) for them, then he turned back to shade, and said: ‘My Lord! I am truly in need of whatever good that You bestow on me!’” (Qur’an,28:24)



"(Jika urusan ini baik bagiku) Takdirkannya untukku. Permudahkan untukku. Kemudian berilah keberkatan"

Complete package. Tuhan yang Maha Berkuasa, tak mustahil untuk memberikan apa-apa sekalipun. Kan semua itu mudah bagi-Nya?


"(Jika urusan ini tidak baik bagiku) Palingkannya daripada ku, dan palingkan aku daripadanya."

Semua manusia perlu teruskan kehidupan. Kalau benda tu menyakitkan, singkatkanlah masanya. Buangkan terus kesakitan itu.


"Dan takdirkan untukku apa yang baik - di mana atau macam mana kebaikan itu sekalipun."

Datangkan kepadaku penyelesaian yang terbaik, sekiranya apa yang dihajati itu tidak kesampaian.



Tuhan tetap Tuhan.
Manusia hidup, kemudian mati juga.
Manusia datang, manusia pergi.
Tuhan tetap Dia juga.

Seperti juga dalam Perlindungan dan Manusia, aku tengah mencari sesuatu untuk aku berpegang. Sebab ketenangan tu dah hilang sedikit demi sedikit. Nampaknya memang benar pegangan aku sudah lemah.

Ataupun selak balik dalam Segala-galanya Allah.

Kata percaya, kenapa takut?
kata percaya, kenapa sedih?

Ah, orangnya sama je pun. Tapi disebabkan tak pernah belajar dari sejarah, kita dikutuk untuk terlibat dalam masalah sama berulang-ulang kali.
Harapnya, inilah kali terakhir aku akan menulis tentang hal ini.

Bukan salah siapa-siapa pun kalau hati sakit begini, takdir pengalaman lepas membuatkan kita tak dapat memeberikan kepastian seratus peratus dan macam-macam lagi. Bukan salah sesiapa.

Satu pihak telah membuat keputusan, maka biarkan pihak yang lagi satu turut membuat keputusan. Sekarang harus sabar menunggu dan meletakkan kepercayaan sepenuhnya kepada Tuhan. Redha dengan apa yang tertulis.

Semoga cinta Engkau dan RasulMu mengatasi segalanya.
Aku tak sempurna. Aku pasti akan membuat dosa.
Kalau aku membuat dosa, aku akan memohon ampun daripadaMu. Aku akan mencariMu semula.
Engkau tetap Tuhan, dan aku hanyalah hamba. Aku sangat-sangat perlukan hubungan itu sekarang, dan maafkan aku jika hanya mencariMu di waktu susah.

Tuesday, January 10, 2012

Gigi Geraham


Dah lama rasanya tak menulis cerita, mungkin seperti post Manusia Setan dan Sufi Sesat ataupun Ketua Kampung Utopia. Kali ini, saya ingin bercerita tentang kisah Budak Kacamata dengan Gigi Geraham. Anggap sahaja saya mendengar kisah ini daripada mulut seorang kawan, iaitu Budak kaca mata. Penceritaan semula di bawah adalah dengan menggunakan gaya bahasa saya sendiri. Fair enough.

Budak Kacamata itu pun bercerita kepada saya,

"Gigi Geraham adalah nama seorang gadis (gadis : pada tahun 2012) yang suka menyamar. Kadang-kadang dikenali sebagai Lisa Surihani, dan baru-baru ini membuat pengakuan bahawa dia adalah Tiz Zaqyah. Sebenarnya nama gigi geraham itu adalah translation daripada bahasa Arab menurut seorang ustaz. Tapi mungkin juga ustaz tu kelentong sebab saya check Google Translate pun tak jumpa-jumpa.

Saya tidaklah dapat untuk meletakkan atau menunjukkan gambarnya kepada kamu, Maher a.k.a Abang Macho (lol sedap-sedap memasukkan nama sendiri), sebab jika saya melakukannya dan kantoi, saya pasti akan diberi sindiran berupa video Ustaz Azhar Idrus - Hukum Simpan Gambar Perempuan. Dang.



"Mungkin kitakan berbeza haluan
berakhirnya cerita percintaan
segalanya ketentuan tuhan


Mungkinkan terputus di tengah jalan
mungkinkan terlerai tanpa ikatan
usah ragu dengan takdir
mungkin kitakan berbeza haluan
berakhirnya cerita percintaan segalanya"
-Cinta Terakhir, Aiman


Kalau ada 'period' saya teruk dalam hidup saya, saya boleh kata 'period' itu adalah saat saya bukan lagi pelajar sekolah menengah. Saya tak bersedia dengan dunia luar, saya kekok. Saya tidak tahu bagaimana untuk bertindak, bagaimana membuat keputusan dan sebagainya. Saya terjerumus dalam banyak perkara yang bukan-bukan.

Helaan-helaan nafas menjadi semakin panjang, namun tak sedikitpun melegakan dada yang sesak.

Memang perkenalan dengan dia, sebenarnya memang take a spot kat hati. Tapi macam yang saya ceritakan tadilah, saya dengan masalah saya. Main game? Pelajaran? Usrah? Rambang mata? Overpossesive? Attached? Jealousy? Dan memang dari dulu lagi, salah satu sifat saya adalah melepaskan apa-apa atau siapa-siapa kerana malas berfikir tentang masalah, yakin bahawa saya sudah terlalu banyak masalah dalam hidup.


Maka tidak hairanlah jika saya dikatakan seperti biskut. Indecisiveness. Kejap ada, kejap takde. Abang Macho pun tahu kan yang manusia akan sentiasa berperang baik dan jahat? Untuk sesetengah orang the heat of battle is too strong, walaupun sebenarnya mungkin masalah kecik je, hmm lets say nak mandi ke tak. haha. Ok tipu tak logik.

Peperangan ni berlangsung untuk berminggu-minggu, berbulan-bulan dan boleh kata bertahun. Dan adakah peperangan ni dah tamat? Belum lagi. Tapi dah bertahun berperang, mustahil kita tak belajar apa-apa pun kan daripada peperangan itu? Yang penting kita terus mencari, dan terus ingin menjadi baik.



Saya tak berani cakap Gigi Geraham pernah bagi hints atau tidak. Seumur hidup saya, saya memang yakin diri mengenal pasti hints atau clues orang sekeliling. Namun untuk beberapa kes yang saya alami, hints itu hanyalah anggapan saya. Intuisi saya salah. Ada yang dah dengan orang lain, ada yang siap kahwin lagi. Maka jadilah saya orang yang akan cuba menafikan segala intuisi saya; intuisi saya yang cuba mentafsirkan hints atau clues orang sekeliling. Sentiasa mengagak-agak.



i hate you today,
i can't find a way,
don't drag me down now,


goodbye, i've had enough frustration
i won't get stuck, goodbye,
this dead end situation,
it's just not worth my time


it's all better today,
i never thought it would end up this way,
you got somethin' to say?
don't wanna hear it if it gets in my way
(halt)this confusion, wondering, so overwhelmed,
(halt) this illusion seems so clear,
(cant) find conclusion dissapointing evolution
not (all) things are what they appear


so whats the point of this hell?
i know you too well we're running backwards,


while waiting so frustrating,
im so sick of,
all this tension not to mention,
im so sick of,
can't take it,
you won't make it,
just save yourself the struggle,
can't do this,
try for yourself 'cuz im just fine!
-No Brains, Sum41

Sebenarnya kalau semua orang jelas, we can save the hassles of being confused. Rasanya memang ada waktu yang jelas-jelas dah tak nak ada kaitan langsung. Dingin. Ataupun dicadangkan untuk kena lempang. Memang berpeluh dingin dengar. Tapi ianya tak difahami, kenapa kalau beberapa masa selepas itu, masih berani lagi nak betegur sapa, dan masing-masing buat macam tak ada apa yang pernah berlaku.


Saya pada hakikatnya masih tak tahu banyak perkara tentang dia. Ayah dia muallaf? Oh dia ada kakak rupanya. Ataupun, siapa dia di sekolah dulu? Sekolah mana dia dulu? Dan sampai sekarang pun tak tahu secara tepat daerah mana dia tinggal. Tak pernah ingat pernah jumpa dia ataupun tidak. Sampai sekarang masih samar-samar.

Antara soalan yang kalau ditanya, saya tak berani nak cakap ialah, kenapa saya suka dia. Tapi baru-baru ni saya jumpa satu gambar, tp menyesal tak simpan sebab last-last tak ingat apa exact gambar tu cakap. 'Quote' itu lebih kurang begini kot bunyinya : That one girl. Yang sentiasa ada dalam hidup, tak pernah betul-betul pergi sepenuhnya dari hidup kita. Seorang kawan. That one girl,which in the end, kau tak bersama dengan dia lagi.

Damn. Kenapa ada rasa regret kat situ. Jadi salah satu sebabnya ialah mungkin akan rasa regret kalau orang macam ni hilang dari hidup kita.

Saya mungkin pernah cakap, sebab best borak dengan dia. Atau sebab lesung pipit dia. Tapi saya sebenarnya tengah belajar, bahawa saya suka dia sebab dia ialah Gigi Geraham. Perempuan cantik yang lain bukan Gigi Geraham. Dia adalah dia. Jika ada orang yang muka sebijik macam dia, tapi tidak ada personaliti seperti dia, maka itu bukan Gigi Geraham. Jika ada yang miliki personaliti macam dia, tapi tak kenal bertahun-tahun, maka itu bukan Gigi Geraham.

Saya tak akan cakap banyak lagi dah. Sebab yang pegang hati-hati manusia ni Tuhan. Nanti Maher, kamu cuba cari video youtube Syeikh Najmy - Attaching hearts to specific girl dan Jodoh oleh Ustaz Fathul Bari. Isinya best. Ada masa carilah, saya blah dulu."

Dan saya pun mencarinya, maka di bawah adalah video yang saya temui.





Kau juga adalah penyembuh bagi semua yang salah pada diriku namun saat ini, kau juga adalah penyakitku.
-Kitab Cinta, Wali

Wednesday, December 14, 2011

Love and Hate

Makin banyak yang kita tahu, pandangan atau perasaan kita akan berubah.

Semakin suka, ataupun semakin benci.

Bila suka, rasa berdebar-debar. Rasa kebergantungan. Tak senang duduk. Salah tingkah sentiasa.

Bila benci, harap tak dengar langsung apa-apa berkaitan hal itu. Sebut sahaja apa-apa yang berkaitan, telinga terasa panas.

Tapi apalah beza suka dan benci itu, dengan bezanya langit dan bumi, bezanya air dan api, siang dan malam, jauh dekat,cantik hodoh, panas sejuk.

Sebab langit dan bumi hanyalah jasad samawi.
Sebab air dan api hanyalah elemen.
Siang malam hanyalah waktu.
Jauh dekat hanyalah jarak.
Cantik hodoh hanyalah rupa paras.
Panas sejuk adalah suhu.

Dan suka serta benci hanyalah perasaan.



Sunday, October 30, 2011

Tak Nak Tahu

Mungkin salah satu sebab kenapa kita mengelak untuk kenal orang lain adalah sebab nak halang diri kita dari memikirkan masalah orang lain tersebut sebagai masalah kita sendiri, rasa rendah diri bila membandingkan ujian yang kita alami tak lah sehebat ujian yang dihadapi orang lain, dan paling teruk, adalah menyukai orang lain tersebut.

Saturday, June 25, 2011

Ustazah




Ustazah adalah gelaran yang diberikan kepada cikgu perempuan yang mengajar apa-apa sahaja berkaian agama - mengaji, pendidikan agama islam, bahasa arab samada di sekolah atau madrasah ataupun tempat mengaji atau surau dan lain-lain lagi.

Saya rasakan ustazah-ustazah saya kebanyakannya sangat memberikan impak dalam hidup saya. Sejujurnya, saya tidak pernah memiliki atau pernah bertemu dengan seorang ustaz pun dari kecik hinggalah saya menjejaki MRSM sewaktu Tingkatan 1. Masa tu je baru saya berpeluang belajar daripada seorang ustaz.

Sekolah rendah saya. Nama ustazah tu Ustazah Normah. Ustazah tu kecik-kecik orangnya, comel dan baik hati. Kalau dia senyum, maka gigi taringnya akan kelihatan. LOL. Ok ustazah Normah memang baik. Saya pun tak tahu dia kat mana sekarang ni. Sepanjang saya belajar dengan dia, markah pendidikan agama islam saya (kalau tak silap saya) selalunya atas 85%. Ustazah Normah ajar saya macam mana nak amik wuduk, belajar pasal sirah nabi, dan bagi kitorang masa untuk baca buku-buku cerita di surau sekolah.





Tempat mengaji saya. Tempat mengaji saya, Madrasah Jumaeah. Ustazah Khairiah. Isteri kepada Cikgu Dolah yang pernah saya tulis dalam post saya bertajuk  Cikgu Dolah dan Seorang Ustaz. Madrasah Jumaeah itu, dulu hanyalah surau kayu yang sederhana. Memang kampung habis. Saya ulang alik dari rumah ke tempat mengaji tersebut dengan menaiki basikal. Ustazah Khairiah adalah kawan kepada emak saya. Selain Ustazah Khairiah, Ustazah baiyah dan almarhumah Ustazah Fatimah juga pernah mengajar saya, namun Ustazah Khairiah lah yang lebih banyak mengajar saya sebab ustazah-ustazah yang lain tu mengajar sesi lain.

Saya merasakan gambar ustazah ni hampir sama dengan ustazah Khairiah



Tempat mengaji ni la saya belajar macam mana nak baca Al-Quran. Memang kalau fikir-fikir balik masa baca Al-Quran, kita suatu masa dulu mustahil boleh baca macam sekarang ni. Dulu satu huruf pun tak kenal. Tapi Allah bantu kita belajar macam mana nak baca, dengan tunjuk ajar ustazah, tunjuk ajar mak kita masa kecik2, mula-mula guna buku iqra' 1-6, lepas tu baca separuh muka Al-Quran....dan akhirnya sampai boleh baca sendiri. Alhamdulillah. Semasa baca Al-Quran depan ustazah tu, ada jugak masa-masa ustazah bagitau ayat ni ayat doa, ayat tu ayat seribu dinar.....antara tunjuk ajar yang buat saya kagum dan berminat dengan Al-Quran. Kalau boleh, saya nak memahami setiap perkataan yang ada. Dan kalau boleh, saya nak hafal Al-Quran. Itu semua kalau boleh semata-mata, nampaknya. Tidak, kita tak boleh berputus asa - kita kena usaha gak walau apa pun yang berlaku. Huhuh.


Tahun 2001, saya dapat melanjutkan pelajaran ke MRSM. Kat sini ada seorang ustazah, namanya Ustazah Suzanna kalau tak silap. Muka memang macam orang arab. Ustazah Suzanna adalah penasihat kepada Rakan Surau pada ketika itu. Rakan Surau ni macam Geng Surau. Pernah tengok cerita Geng Surau tak? Kalau nak tengok boleh tengok kat Video Cerita Melayu. Tapi cerita Geng Surau ni takdela betul sangat pun, ada gak benda-benda yang gila-gila dan tak boleh ikut.

Ustazah Suzanna pernah beri nasihat kepada kami, kalau boleh tak nak la ada di kalangan kami ini yang terjebak dengan budaya kapel ataupun bercintan-cintan ni. (padahal saya tengah jatuh hati kat salah seorang pelajar anak homeroom ustazah tersebut..huh). Dan dengan ustazah tersebut itu jugalah saya pernah mengadukan beberapa masalah saya yang saya kira agak besar juga ketika itu. Ustazah tersebut ternyata adalah seperti seorang kaunselor pada saya.




Saya rasa itulah antara ustazah-ustazah yang pada saya mempunyai peranan besar dalam hidup saya. Tapi mungkin saya sangat terkesan dengan mereka sebab masa itu saya masih kecil. Bila semakin dewasa, hati pun mulai keras, jadi agak sukar untuk terkesan macam yang pernah dirasakan suatu masa dulu. Entah, saya pun tak pasti.

Semoga Allah merahmati guru-guru kita yang pernah mengajar kita.

Guru oh Guru

Berburu ke padang datar,
Dapat rusa belang kaki;
Berguru kepalang ajar,
Ibarat bunga kembang tak jadi.

Dialah pemberi paling setia
Tiap akar ilmu miliknya
Pelita dan lampu segala
Untuk manusia sebelum menjadi dewasa.

Dialah ibu dialah bapa juga sahabat
Alur kesetlaan mengalirkan nasihat
Pemimpin yang ditauliahkan segala umat
Seribu tahun katanya menjadi hikmat.

Jika hari ini seorang Perdana Menteri berkuasa
Jika hari ini seorang Raja menaiki takhta
Jika hari ini seorang Presiden sebuah negara
Jika hari ini seorang ulama yang mulia
Jika hari ini seorang peguam menang bicara
Jika hari ini seorang penulis terkemuka
Jika hari ini siapa saja menjadi dewasa;
Sejarahnya dimulakan oleh seorang guru biasa
Dengan lembut sabarnya mengajar tulis-baca.

Di mana-mana dia berdiri di muka muridnya
Di sebuah sekolah mewah di lbu Kota
Di bangunan tua sekolah Hulu Terengganu
Dia adalah guru mewakill seribu buku;
Semakin terpencil duduknya di ceruk desa
Semakin bererti tugasnya kepada negara.

Jadilah apa pun pada akhir kehidupanmu, guruku
Budi yang diapungkan di dulang ilmu
Panggilan keramat "cikgu" kekal terpahat
Menjadi kenangan ke akhir hayat.

Usman Awang




Monday, April 18, 2011

Bertemu dengan Gangster Rusia

Cerita pasal bertemu dengan gangster Rusia tuh ada di bawah sekali. Sebelum itu sukalah saya nak bercerita tentang apa yang berlaku dalam dua hari ini. Semalam dan hari ini.

Semalam saya ada rasa sedih dan ada rasa gembira.
(Why on earth ko nak cerita kisah hidup ko, loser!!!)

Ok, saya bukan nak jadi selebriti. Bagi saya, masa untuk saya menjadi seperti apa yang nasyid di bawah beritahu masih belum tiba.
Tapi saya percaya yang suatu hari nanti saya akan jadi seperti apa yang nasyid itu sampaikan. InsyaAllah.





Semalam.



Saya rasa sedih sebab :
1. Rupa-rupanya intuisi saya salah. Intuisi saya dikaburi oleh perasaan. Jarang intuisi saya salah. Memanglah pandangan mata itu anak panah iblis yang beracun.

Cari balik tulisan lama pasal mata, ada ditulis kat situ,

"Walaupun demikian, pandangan mata juga boleh menipu, dan amat membahayakan."

Saya selalu buat kesilapan berulang kali. Haish.
Betapalah saya sampai buat tiga entri (tak termasuk satu yang belum dipublish) sebab perasaan ini, rupa-rupanya perasaan itu hanyalah salah faham saya terhadap situasi. Ceittt!!!!!

2. Hari ini juga saya dapat tahu sedikit sebanyak tentang apa yang berlaku dan apa latar belakang orang-orang yang dekat dengan kita. Bagi saya ianya memalukan dan sangat menyedihkan jika kita langsung tak tahu bahawa orang-orang yang dekat dengan kita itu mempunyai latar belakang hidup yang susah ke, ada masalah ke apa semua.

Nak bandingkan hidup saya dengan hidup mereka memang saya jauh lebih senang. Mampu ke kalau saya berada di tempat mereka?

Jangan nanti bila kita dah nak grad, dah nak berpisah dan mungkin tak jumpa sampai bila-bila lagi, we realise that we don't have a clue at all about our friends.

Tapi memang ada orang yang suka menyembunyikan kerunsingan hidup. It depends. Kita tak boleh buat apa-apa dan hanya boleh menghormati cara mereka. Macam saya pun, saya rasa,apa kejadahnya nak cerita masalah sendiri kat orang lain? Tapi kalau ada orang bertanya kat saya dengan jujur, boleh je cerita kot. No problem.

Memang perit dengar cerita-cerita sedih terutama bila kita tahu yang susah tu member kita.
Dan ada orang pernah cakap kat saya, kalau kau dengar cerita-cerita sedih macam ni, tak payahlah kau nak cakap kau faham macamana diorang rasa, sebab bukan kau yang alami benda tu. Jadi seperit mana pun yang kita rasa, perit lagilah orang yang memikul.


Saya gembira sebab:
1. Saya berjaya kawal perasaan dan tidak gelabah. Saya dah mengatasi perasaan saya dan menjadi manusia baru. Dengan ini matlamat hidup saya menjadi lebih jelas.

Allah, terima kasih sebab jaga hati saya. Semoga hati itu terus dijaga sampai bila-bila.

2. Dapat tips-tips dan pengajaran yang bermakna daripada perbualan dengan rakan-rakan.
Dapat tahu sedikit sebanyak tentang member walaupun benda tu menyedihkan. One step closer dalam nak memahami orang-orang di sekeliling kita.

3. Mimpi-mimpi indah yang ada pengajaran. Huhuhuh. Tentang budak cute yang innocent, dan perasaan bila ada orang suka kat kita. Lolololololololol what is this?




Hari ini.

Selepas sahaja saya habis kelas therapy yang membincangkan tajuk Rheumatoid Arthritis, saya pun bergegas pulang.

Di hadapan hospital saya terserempak dengan dua orang nenek. Seorang nenek ni ajak saya mendengar dan mempelajari agama mereka, hal-hal berkaitan Jesus. Saya kata, "Tak mengapa". Nenek tu pun membalas sambil meletakkan satu tangan ke atas dada, "Hak kamu. (Nenek tak paksa)".
Saya pun letak tangan kat atas dada jugak, menghormati nenek tu yang nampak baik dan tak mendesak saya.

Saya pun pulang dengan menaiki bas bernombor 15.

Stesen terakhir bas No. 15 terletak berdekatan dengan restoran Riviera. Di hadapan restoran tersebut ada stesen bas juga. Turun sahaja dari bas No 15 saya pergi ke stesen yang lagi satu sebab saya kena pergi universiti untuk hantar 2 keping gambar visa.

Sebelah saya ada seorang pakcik tua yang menggunakan tongkat, pun tengah menunggu bas.

Bas sampai, saya pun naik. Saya yang ketika itu sedang mendengar lagu-lagu balada sangat tidak peka dengan keadaan sekelling. Namun saya sempat menyedari di sebelah saya berdiri seorang gadis bertubuh kecil yang agak comel.

Tiba-tiba saya dihimpit oleh dua orang budak. Seorang budak bertopi yang pendek dan kecil serta seorang budak botak yang gemuk. Sebenarnya dalam bas tersebut masih ada ruang lagi tapi still budak tersebut menghimpit dan menolak saya secara agresif. Saya check poket saya memastikan dompet dan handset saya masih ada. Ok, tak ada benda yang hilang.

Rupa-rupanya ia tak berhenti di situ. Budak gemuk tersebut - lebih pendek 3-5cm daripada saya - macam tengah bercakap sesuatu dengan saya. Saya tanggalkan sebelah earphone saya.

"Apa hal kau ada kat sini? Apa kau buat kat Rusia?"
Gulp. (in case ada orang tak faham, gulp adalah bunyi yang menggambarkan seseorang tengah menelan air liur) Saya dapat rasakan sentimen bencikan foreigner di situ.
- "Be..lajar" jawab saya dengan grammar yang gagal.

"Apa kau pandang-pandang? Tak puas hati? Kau kenal tak geng _______________??!"
Gulp. Saya tak dapat tangkap nama geng yang budak tu sebut. Saya cepat-cepat alihkan pandangan dan buat-buat macam saya tengah tunggu konduktor datang nak tengok pas bas saya.

Ah, sudah. Konduktor tu jauh dan langsung tak perasan situasi yang mencemaskan ini. Gadis comel yang saya sedar ada di sebelah saya tadi rupa-rupanya dah lama dah beralih ke belakang sebab risau keselamatan diri sendiri. Ugh, ni memang tanda-tanda ada fight nak meletus ni.

Worse comes to worst, memang saya terpaksa engage dengan budak ni. In a split second saya yakin saya perlu protect handset dan dompet saya yang berisi lebih kurang 3k rubel dan kad atm (nyawa tak terfikir pulak), dan dalam kepala otak saya terbayang budak gemuk ni terbaring kat lantai bas kena tumbuk bertubi-tubi dengan saya. Yup, at least teknik visualisation itu saya dah ada, tinggal nak carry out je. Berjaya atau tidak itu lain cerita. In terms of saya kurus, budak tu gemuk pun lain cerita jugak.

Sebenarnya di hadapan saya itu ada seorang makcik Rusia dan pakcik bertongkat itu tadi. Pakcik bertongkat tu memang tak boleh buat apa-apa pun. Saya jenguk dalam bas tu pun memang tak ada lelaki lain yang berpotensi untuk kawal keadaan. Shoot. Mujurlah makcik bercermin mata depan saya tu dengan beraninya sound budak-budak tu. Saya tak dengar sangat apa yang makcik tu cakap kat budak-budak tu, tapi ada jugak faham sikit yang budak tu nak saya pun turun dengan dia. Saya buat tak dengar je. Saya sentiasa pandang ke arah konduktor menunggu dia datang kat saya untuk saya tunjuk pas bas saya. Macamlah penting sangat tunjuk pas bas dalam saat-saat mencemaskan ni.

Makcik depan saya tu desak budak-budak tu turun kat next stop. Selepas dah confirm tengok budak-budak tu turun bas, saya pun menarik nafas lega dan tersenyum (senyum untuk tunjuk kat orang lain yang saya tak gelabah langsung masa di'provoke' tadi walaupun sebenarnya saya sangat gelabah). Saya pun cakap kat makcik tuh,
"Terima kasih banyak-banyak kat makcik".

Alhamdulillah. Tengok-tengok makcik Russian jugak yang berjaya kawal keadaan. Cis,xenophobic skinhead. @#$@#$@#$. Tak guna betul. Sampai rasa tak selamat jugak on the way nak balik rumah lepas tuh. Huh.......

This is a picture of a happy bald man, not a xenophobic skinhead.

Ok, cerita ni mungkinlah ada exaggeration, padahal takde apa-apa pun yang berlaku. Sorila kalo besar-besarkan cerita, sebab saya sangat mudah men'drama'kan keadaan. Terpulang kat kalian bagaimana mentafsir dan mengambil langkah berjagajaga selepas ini.

Ingat nak taruk kat sini cerita-cerita yang lebih dahsyat, pengalaman-pengalaman mereka yang pernah melalui keadaaan seperti kena belasah apa semua, tapi lain kalilah. Nanti ramai pulak yang takut tak tentu pasal.
Sekian.

Friday, April 15, 2011

Hendak Jadi Keria Terhebat - Siri 1 (Perasaan)


Pernah dengan lagu Pria Terhebat nyanyian oleh Sheila On 7?
Tajuk asalnya ialah Pejantan Tangguh tapi untuk pasaran Malaysia lagunya telah ditukar kepada Pria Terhebat. And what the heck is Pejantan Tangguh? Jangan tanya saya sebab saya pun tak tahu...tapi untuk entri kali ini marilah kita menganggap Pejantan Tangguh = Pria Terhebat.




ok. apa kita cuba ubah lirik lagu pria terhebat menjadi seperti berikut :

Keria, Keria terhebat,
itu yang ku harap, ada padaku
Agar, agar diriku,
bisa melumpuhkan tingkah liarmu


Jangan, jangan siakan,
kehadiranku, pada mimpimu
Karena, hanya lewat mimpi,
kau bisa menjamahku, juga memilikiku


[Reff:]
Ajari aku ‘tuk jadi keria terhebat,
mungkin terlalu lama, aku telah bersembunyi
Menatap matahari pun aku tak mampu,
udara malam pun terlalu, menusuk ragaku
Dipersembunyian aku menari
Dipersembunyian aku menyanyi
Keria terhebat


[Bridge:]
Begitu banyak lagu yang tercipta untukmu,
hanya saja, aku tak bisa,
mengungkapnya kepadamu
Na na na na na


[Reff]


Ajari aku ‘tuk jadi keria terhebat (x4)



ok takde point pun tukar lirik lagu. Dan untuk yang habis tak faham keria itu apa....di bawah adalah gambar kuih keria.


Perjuangan

Islam is about struggle - Tariq Ramadan
Kalau kita betul-betul nak jadi hebat, kita perlu menghadapi pelbagai dugaan samada materially, psychologically, emotionally dan sebagainya.

Satu demi satu dugaan akan datang. Dah setel satu, datang yang lain pulak. Each man will undergoes a series of tribulations or tests. Antara tema yang akan jadi bahan ujian anda adalah perasaan. Perasaan boleh mencengkam anda sehingga anda seolah-olah kehilangan arah. Jika anda suka membaca kata-kata indah dipersilakan untuk membaca entri saya bertajuk Keterikatan yang bertemakan tentang perasaan, yang saya hasilkan saat cuba membayangkan saya sendiri mengalami perasaan itu yang tengah menggugah jantung dan ternyata karya tersebut penuh dengan simbol dan  makna tersirat. (promosi semata-mata)

Post kali ini akan jadi antara post terpanjang. Saya merasakan entri ini adalah penting bagi mereka yang berdepan dengan ujian ini. Saya berharap penulisan kali ini dapat turut membantu menyelesaikan masalah anak muda zaman sekarang. Amin.


Perasaan

Perasaan ada banyak tapi yang hendak difokuskan di sini ialah ialah cinta/suka/sayang atau, whatever. You got my point.


Selalu dikatakan kepada kita,
"Kita jangan ikut perasaan. Kita harus membuat keputusan berdasarkan fikiran rasional. Ah pedulikan perasaan. Perasaan adalah sampah. Kau nak cerita pasal perasaan? Tak payahlah brader, lemau r nak dengar. Orang lembik je main-main perasaan nih."

Mendengar pernyataan seperti di atas, membuatkan saya mengkaji diri saya sendiri.
Pengalaman sepanjang hidup membuatkan saya sangat cenderung mempercayai gerak hati, maka benda-benda perasaan inilah yang sangat buat sakit kepala. Ya, ianya memang bodoh dan susah dihindari.

takgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakgunatakguna.

Ok fine. Perasaan is nothing. Therefore i gotta do something.
Jadi saya mulalah membaca banyak benda-benda yang dapat membuatkan hati saya tenang.
Saya perlu banyak membaca. Dengan membaca kita meluaskan ilmu pengetahuan kita. Perlu belajar segala-galanya, konsep, taktik, cara menyelesaikan masalah. Macam-macam la saya baca - blog orang, wikipedia, buku-buku (e.g. Fiqh of Love, Islam and Love karya Abdullah Nasih Ulwan, Purification of the Soul dan sebagainya). Ok ada yang saya pernah baca masa dulu-dulu dan ada yang saya baru baca beberapa hari lepas. Saya tak dapat nak ulas panjang buku-buku tersebut sebab most of the time saya hanya dapat baca tajuk dan isi kandungan.

Masalah timbul bila perasaan itu berlaku secara tiba-tiba, dan anda masih dalam keadaan ragu-ragu untuk membuat keputusan. Ataupun perasaan itu adalah sesuatu yang tak patut berlaku pada fikiran anda dan anda hendak berusaha mengatasi perasaan tersebut.

Antara cara-cara menyelesaikan masalah tersebut ialah :

1. Belajar daripada buku. Mengetahui jenis-jenis cinta.

Dari Islam and Love tulisan Abdullah Nasih Ulwan,

Definisi cinta adalah -

Love is an intuition; a sense of the heart through which the hearts of two lovers attract and relate together emotionally. It is also a deep-rooted, indispensable part of the nature of man. Sometimes it is controlled by one's will if a lover chooses the pure and chaste love and wills to live the life of those who are pious.

Abdullah Nasih Ulwan beritahu ada tiga jenis cinta berdasarkan ayat 24, At-Taubah:
1. Cintakan Allah (dan Rasul) - highest rank
2. Cinta kat keluarga, harta kekayaan, tempat tinggal - middle rank
3. Cinta no 2 tuh melebihi cinta no 1 - lowest rank


Katakanlah: "jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya." Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.


Jadi cinta yang macam mana yang kita nak? Pilihan terletak di tangan kita.



2. Belajar dari wikipedia. Namun sila belajar dengan pertimbangan akal yang berteraskan agama, sebab boleh jadi kat wikipedia ada benda-benda yang langsung tak boleh pakai dan bertentangan dengan konsep dalam islam. Contohnya, courtly love.

Dari wikipedia pula :

- Love is an emotion of strong affection and personal attachment. In philosophical context, love is a virtue representing all of human kindness, compassion, and affection.
- In English, the word love can refer to a variety of different feelings, states, and attitudes, ranging from generic pleasure ("I loved that meal") to intense interpersonal attraction ("I love my partner").
- The experience of pleasure is subjective and different individuals will experience different kinds and amounts of happiness in the same situation. Many pleasurable experiences are associated with satisfying basic biological drives, for example defecation (berak). Jadi perasaan cinta nih hampir nak sama dengan perasaan lepas berak.
- Interpersonal attraction is the attraction between people which leads to friendships and romantic relationships.The most frequently factors are: physical attractiveness, propinquity, familiarity, similarity, complementarity, reciprocal liking, and reinforcement.

Ada juga dalam wikipedia cerita pasal teori Cinta .


Jadi perasaan nih berbeza-beza ikut orang. Ada yang rasa perasaan cinta nih macam perasaan lega lepas berak. Seriously. Ada juga yang sampai nak mati sebab perasaan. Maka adalah penting untuk kita mengetahui sedikit sebanyak tentang perasaan ini secara ilmiahnya (scientifically) contohnya faktor-faktor dalam interpersonal attraction agar kita sendiri boleh mengubahsuai variables yang ada. Marilah kita cuba bina dunia kawalan kita sendiri. Dalam erti kata lain, berani eksperimen kat hidup korang sendiri.


3. Belajar dari blog-blog yang macho

Saya ingin jadi lebih hebat. Saya tak akan berhenti. Dan dalam perjalanan saya ingin menjadi hebat saya pun terjumpa blog-blog manusia-manusia macho seperti The Other Khairul dan Terfaktab.

Semasa melayari blog The Other Khairul, saya pun terserempak dengan ayat yang bunyinya lebih kurang seperti berikut, "Tolonglah jangan suka kat perempuan yang kuat make up. Aku tak suka perempuan kuat make-up nih. kau fikir sendiri la, taruk make-up, bedak sampai berinci-inci nak buat apa? Putih cam tepung? Lepas tuh kalau basuh muka ke apa, makeup atau tepung tersebut akan jadi daki. Korang tak nak kan suka kat perempuan berdaki?"

Wow,ada pencerahan di situ. Kepala saya terangguk-angguk membaca ayat tersebut. Yup, yup kata saya.
Dalam hati saya dah yakin akan guna point nih bertemu dengan sesiapa yang mencengkam perasaan saya sambil otak saya terkumat-kamit perkataan seperti tepung, daki, makeup. Saya pasti perasaan itu akan hilang.
I will beat this game.

Malangnya benda itu tak berkesan. What the fish nih Mr. K!!!!!!???? Kesimpulannya adalah, kalau kau memang dah suka kat seseorang ni, mata kau akan jadi buta, telinga kau akan jadi pekak dan mulut kau akan jadi bisu. Your ability to think will be inhibited.

Nak diceritakan, korang semua boleh je belajar daripada blog. Ada cara yang tak sesuai untuk korang. Ada yang boleh pakai. Terpulanglah pada individu.

4. Sentiasa menyebut-nyebut keburukan diri sendiri

Kadang-kadang korang develop perasaan suka tuh sebab korang ingat diri korang macho sangat, habis hensem/hot/cantik/cute/menggoda. Sampai korang fikir korang deserve anyone, anything and anywhere. Jadi adalah penting untuk korang buat reality check sekali sekala. Hidup ini, kena berpijak atas bumi yang nyata.
Ayat-ayat di bawah ini semuanya CONTOH, jadi jangan salah faham yang saya adalah orang di bawah.

Muka macam tongkang pecah. Rambut kerinting, panjang dan tak sikat rambut. Rambut banyak kelemumur. Seorang yang rabun. Bilik macam longkang, tak terurus. Seorang yang lembik sebab tak mampu nak wakil maktab/rumah sukan/ universiti dalam sebarang acara sukan. Jambang/janggut/misai tak terurus dan tak di'trim'. Lebih mementingkan teknologi canggih seperti iphone/android melebihi kawan-kawan sendiri - so obviously tak mampu jaga anak bini. Tuala putih pun boleh jadi hitam. Kebiasaannya pinggan akan bertimbun di atas meja komputer. Kurus keding. Kalau ikut wikipedia, ciri-ciri yang tak digemari perempuan adalah 'hairy', badan tak ada muscle langsung dan tak memiliki bentuk badan V-shape. Secara dalaman pula,  seorang yang tak pandai dalam pelajaran, banyak berangan, lebih suka tengok luar tingkap daripada tengok buku medik, mudah marah, sentimental, sensitif. Iman pulak? Tak payah cakap la, tengok pun dah tau...semua ada - hipokrit, riak, ujub dan sebagainya.

Jadi dengan menyebut keburukan diri sendiri mungkin anda akan berhenti berharap untuk orang lain suka kat anda. Namun hendaklah
berpada-pada kerana dikhuatiri teknik seperti ini boleh menyebabkan anda kehilangan harapan untuk terus hidup.

5. Mendekatkan diri dengan Tuhan.

Solat. Doa. Mohon pertolongan dari Allah. Kalau ramai sangat yang menarik hati, istikharah. Kalau sebelum ni tak pernah cuba hafal surah-surah, mula start hafal balik. Tambahkan ilmu pengetahuan. Sebab urusan jodoh tu, di tangan Tuhan. Tuhan membolak-balikkan hati dengan mudah sebab Dialah yang memiliki hati-hati kita. Jadi apa yang berlaku adalah menurut ketentuan-Nya juga.

6. Menggunakan teknik 'rebooting' dan 'rewiring'

Asal-asalnya ini adalah untuk orang-orang yang mengalami masalah game addiction, porn addiction dan alcoholism (agaknya). Dan saya rasa benda yang sama boleh di'apply' di sini.

Perasaan, ketagihan atau memori itu kekal ada pada diri anda disebabkan pathways of neuron yang well established. (laluan saraf, sel-sel otak yang dah ditanam dalam kepala otak anda). Rebooting and rewiring itu adalah cara untuk anda cipta satu pathway baru menggantikan pathway problem anda tersebut. Jadi anda harus buat satu azam baru, anda perlu tinggalkan terus segala benda yang ada kaitan dengan perasaan tersebut. Contoh, anda dah berpisah dengan awek anda berpuluh tahun, jadi silalah buang semua barang-barang berkaitan dengan awek tersebut. Tujuannya adalah untuk melemahkan ingatan anda kepada perasaan anda tersebut.

Kalau anda ada facebook perempuan tersebut, anda unfriend dia. Kalau anda ada gambar dia, anda bakar gambar tersebut.


7. Anggap orang lain macam adik sendiri. Anggap SEMUA ORANG macam adik anda sendiri.

Mungkinlah walaupun kita dah buat semua perkara di atas, still kita tak dapat kawal jugak perasaan kita. Boleh jadi itu disebabkan kita melihat perempuan lain sebagai perempuan. Bukan saya nak anda anggap perempuan yang ada ini sebagai pengkid, maknyah atau khunsa, tidak. Tetapi disebabkan kita menganggap perempuan-perempuan yang ada sebagai perempuan bukan mahram yang boleh dijadikan isteri(isteri-isteri), minda sesetengah antara kita sangat mudah terdedah dengan new possibilities. Kahwin dengan perempuan A, logik. Kahwin dengan perempuan B, logik. Semua boleh jadi, masing-masing ada kelebihan masing-masing. Gila rambang mata...

Jadi macam ni la. Mula anggap perempuan lain tuh macam adik kita sendiri. Takdelah nak mengharamkan yang halal. Ataupun nanti menghalalkan perhubungan bebas antara lelaki dan perempuan, tidak, bukan itu maksud saya. Bila anda anggap perempuan lain macam adik anda, mungkin perasaan suka kat perempuan itu tadi boleh bertukar menjadi perasaan sayang yang sangat murni. Sebagai seorang abang, anda akan membantu adik anda dalam menghadapi konflik hidup, timbul rasa ingin melindungi yang meluap-luap dan sentiasa mendoakan yang terbaik untuk adik anda.

Kalau semua perempuan jadi adik lu, siapa yang boleh kahwin dengan lu?

Lama jugak saya fikir. Akhirnya saya temui jawapannya. Hanya perempuan yang betul-betul hot je yang boleh termasuk dalam awek/tunang/calon isteri/bakal isteri------>isteri anda. Saya pernah cerita tentang jarang nak jumpa perempuan cantik dan dalam masa yang sama memiliki otak dalam entri World. Maka jika anda memilih option ini, anda mungkin hanya dapat kahwin dalam masa 10-20 tahun akan datang. Mungkin.



Menjadi Abang Long di Volgograd. Saya ingat balik Sentul nanti pun nak jadi Abang Long jugak. Masa housemanship pun, teruskan usaha kumpul konco-konco untuk dijadkan adik-beradik.


Kesimpulan

Sebenarnya point-point di atas boleh jadi BS semata-mata atau irrelevant jika Pencipta anda memang saje nak bagi perasaan tersebut kepada anda. Jadi ujian anda adalah bagaimana mengawal perasaan tersebut agar memenuhi kehendak syarak. Kalau boleh kahwin, kahwin, kalau tak bersedialah hadapi hidup dengan hati yang sangat pedih.

Di bawah akan saya bawakan kisah yang dipetik dari Fiqh Of Love. Semoga kita boleh ambil iktibar.

The Messenger of Allah salla Allahu alayhi wa sallam was telling his uncle Al Abbas
the story of Mugheeth and Bareerah, he said: “O Abbas! Isn’t it amazing how much
Mugheeth loves Bareerah and how much Bareerah hates Mugheeth?”


Excess of love cause loss of shyness


Prophet (s) and telling the story of Bareerah (slave girl) and Mugheeth (owner) to his
uncle Al-Abbas. Aisha bought the slave girl and freed her. Mugheeth married
Bareerah, but she left him. Mugheeth loved her so much and was crying in public
for her. Prophet (s) was asked to intercede and he asked Bareerah if she wanted to
take him back. She didn't want to take him back and Prophet (s) was fine with this,
so Mugheeth spent the rest of his life crying for her. Mugheeth was acting on his
own human nature - Prophet (s) did not prohibit his actions because he saw it was
out of Mugheeth's hands. Prophet (s) felt mercy for Mugheeth because of his love
for Bareerah.


Untuk penjelasan yang lebh lanjut anda boleh melawat sini .
Ataupun forum ini .


Nafas anda seakan-akan terputus ketika anda menyukai seseorang
dan jika anda menyukai ramai orang
anda tak akan memiliki sebarang nafas lagi.


Thursday, April 7, 2011

Keterikatan

Perempuan tersebut menasihati saya,
"kau hanyalah orang yang lemah dan kelemahan kau melemaskan. Aku tak sepatutnya menyukai orang-orang yang lemah, sekiranya aku ingin menjadi kuat. Dan andaikan engkau pun ingin menjadi kuat, kau juga harus mengikuti jalan orang-orang yang kuat.

Sebab orang-orang yang kuat itu selalu memohon,
"Kurniakan kami cinta Engkau dan cinta orang-orang yang mencintai Engkau"

Orang-orang yang kuat itu pula adalah orang-orang yang mencintai Tuhan mereka.
Orang-orang yang tak menjaga perintah dan apa-apa yang diturunkan Tuhan, bukanlah pencinta Tuhan.
Berhenti mengakui cinta kepada Tuhan, bila pergaulanmu masih tak dijaga, selalu merasakan diri dipuja orang dan sentiasa sahaja melanggar larangan Raja.

Kata Fariduddin,
"Cinta mestilah merobekbuangkan kehati-hatian.
Cinta mengubah sikapmu.
Mencinta adalah mengorbankan kehidupanmu yang biasa dan meninggalkan kesenangan-kesenanganmu yang menjolok mata.


Bila kau lebih menyukai kerahsiaan cinta dari jiwamu, maka kau akan mengorbankan segalanya.
Kau akan kehilangan apa yang kau pandang berharga"

Allah tidak sekali-kali menjadikan seseorang mempunyai dua hati dalam rongga dadanya

Ah, beratnya perasaan. Perasaan hanyalah terhasil oleh tindakbalas-tindakbalas yang berlaku di limbic system. Perasaan adalah oxytocin. Ataupun mungkin dopamine. Tak lebih dari itu.
Kadang-kadang dek kerana beratnya perasaan yang ditanggung, maka jiwa pun memohon agar diri ini dibenci terus.
Agar tak timbul pengharapan, tak timbul keluh-kesah dan kerana kekecewaan adalah jalan untuk terus bangkit. Bagaimana akan kau bangkit bilamana kau masih belum jatuh dan merasakan kekecewaan itu?

Katakanlah kepada diri ini untuk tidak usah bermimpi.
Katakanlah aku tanah yang hina, dan engkaulah langit.
Katakanlah aku ini pipit, dan engkau enggang.
Katakanlah jika kau diberi seribu kehidupan sekalipun, tak akan ada dalam satu kehidupan pun kemungkinan untuk kita bersama.

Dan segala deria, gunakan bagi menumpukan seluruh kebencian hidup kepada aku.
Pandangan mata biarlah terarah dengan nyala api kemarahan, penuh kejijikan buat hamba yang hina dan kotor.
Kalau kau bisa memukul, biarlah pukulan itu membuatkanku tempang.
Apabila kau ingin berkata-kata, maka penuhkanlah ia dengan hinaan dan cemuhan semata-mata.

Kalian mungkin memandang aku hanya menyebarkan fitnah namun kalian tak tahu bahawa kerosakan yang dibawa oleh jiwa yang menanggung bebanan seperti ini lebih dahsyat daripada segala apa yang kunyatakan di atas. Ketahuilah rakan-rakan semua bahawa musuh yang nampak itu lebih mudah ditewaskan daripada musuh yang tersembuni, yang bisa membuatkan jiwa itu selalulah berada di dalam kedukaan."


Sayup-sayup kedengaran suara dari hati, turut mengingatkan,
"Dan kau o manusia yang hina!
Berapa lamakah lagi untuk kesedaran sebenar itu akan timbul dalam dirimu?
Berapa lamakah lagi waktu yang kau perlukan untuk sedar segalanya hanyalah persinggahan?
Persinggahan ini tak sepatutnya mengikat engkau, sebab engkau tak dicipta untuk memenuhi kehendak-kehendak lahiriah
sebaliknya kau dicipta untuk suatu maksud yang lebih agung.

Seiring dengan pertukaran malam dan siang,
masamu pun menjadi semakin suntuk.

Kau o manusia yang masih memandang kepelbagaian rupa dan bentuk!
Akankah mata kau menjadi celik dalam menanggapi yang tersirat?
Silaunya rupa dan bentuk akan membutakan mata.
Hati tak akan terbalut dengan cahaya dan hijab yang menghalang kau dari mencapai cita-cita murni mereka yang mencari tak akan pernah tersingkap.

Semoga tak tergolong dalam golongan orang-orang yang dibinasakan oleh dosa-dosa mereka sendiri.
Semoga tak tergolong dalam golongan orang-orang yang disiksa penyesalan yang tak berkesudahan hanya kerana melupakan pertemuan dengan Tuhan."

Sunday, April 11, 2010

Bidadari

menjemput bidadari oleh Epicentrum

Bila yakin telah tiba,
Teguh di dalam jiwa
Kesabaran menjadi bunga

Sementara waktu berlalu
Penantian tak berarti sia sia
Saat perjalanan adalah pencarian diri

Laksana Zulaikha jalani hari
Sabar menanti Yusuf sang tambatan hati
Di penantian mencari diri
Memohonkan ampunan dipertemukan

Reff
Segera kan kujemput engkau bidadari
Bila tiba waktu kutemukan aku
Ya Ilahi Robbi keras ku mencari diri sepenuh hati
Teguhkanlahku dilangkah ini
Di pencarian hakikat diri
Dan izinkan kujemput bidadari
Tuk bersama menuju Mu mengisi hari

Kini yakin tlah tiba
Teguh didalam jiwa
Kesabaran adalah permata

Dan waktu terus berlalu
Penantian tak berarti sia sia
Saat perjalanan adalah pencarian diri

Laksana Adam dan Hawa
Turun kebumi terpisah jarak waktu
Dipenantian mencari diri
Memohonkan ampunan dipertemukan

Bidadari tlah menyentuh hati
Teguhkan nurani
Bidadari tlah menyapa jiwa
Memberikan makna

Lagu ni best giler!
pertama kali dengar masa melawat blog seorang doktor...http://jojar.blogspot.com/


Sekarang, siapakah yang dimaksudkan dengan bidadari dalam lagu ini? Jika diperhatikan mungkin ditujukan kepada wanita solehah yang berada di dunia. Diberikan contoh Zulaikha dan Yusuf, Adam dan Hawa. Tentang seseorang yang cuba mencari diri sendiri sebelum menemukan bidadari...menuju Tuhan. Ini lebih menepati lagu tersebut.

Boleh jadi juga bidadari yang dimaksudkan adalah bidadari syurga, hadiah buat pemuda yang dah menemukan diri mereka sendiri. Teringat saya kepada karangan Harun Yahya, tentang balasan syurga. Syurga itu pun pada hakikatnya bukanlah matlamat tertinggi, bahkan orang yang memasuki syurga masih mempunyai perjalanan mereka - mensyukuri anugerah Tuhan dan kemudian apabila saatnya telah tiba, untuk menatap wajah Tuhan. Tapi seperti biasa, kita tak boleh membayangkan zat Tuhan. Tidak boleh sama sekali. Tidak ada yang serupa denganNya.

Saya juga teringat tentang karangan Fariduddin Attar, Musyawarah Burung tentang bagaimana manusia yang sudah mati, perjalanan mereka menuju Tuhan tidak terhenti. Manusia diibaratkan seperti seekor burung di dalam peti yang tertutup. Apabila manusia itu mati barulah peti itu terbuka dan burung itu akan memulakan perjalanannya. Maka adalah penting untuk manusia menyediakan bekal dan keinginan untuk bertemu Tuhan - kerana itulah yang akan menggerakkan burung tersebut. Andai berputus asa, maka burung tak akan dapat terbang sama sekali.



Akhir sekali, persoalan yang masih berlegar-legar di kepala saya adalah...adakah seseorang itu harus berusaha sampai menemukan hakikat diri sendiri baharulah boleh menjemput bidadari ataupun tidak?

Saturday, April 25, 2009

Ada apa dengan cinta?

Ada apa dengan cinta adalah tajuk sebuah filem Indonesia. Filem tersebut dikatakan sebagai pencetus filem-filem romantis selepasnya di Indonesia. Tapi bezakanlah romantis dengan nilai yang sebenar. Tak banyak benda boleh diterima dalam filem-filem tersebut.

Cinta. Hmm, menarik.

Apa maknanya yang sebenar? Seorang rakan saya pernah menyarankan agar saya tidak berhenti dalam terus mencari cinta dan maknanya. Maka biar saya beritahu kalian apa yang saya fikir tentang cinta.

Saya lebih senang jika cinta ditafsirkan dalam sesuatu yang luar biasa, kerana logik dan kebiasaan hanya dapat membincangkan kesan-kesan cinta ataupun ciri-ciri cinta. Jika logik dan kebiasaan masih ingin mentafsirkan cinta, mereka akan selalu tersilap. Ada kekurangan dalam tafsiran-tafsiran mereka yang tak dapat terpakai dalam banyak keadaan.

Salah satu kata-kata tentang kesan-kesan cinta :

Dipetik dari buku Cinta dan Rindu Menurut Al-Quran dan As-Sunnah karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah -
sebahagian ahli balaghah mensifati cinta sebagai berikut : "Ia mendorong penakut menjadi pemberani, orang kikir menjadi dermawan, mencuci pikiran orang yang dungu, menfasihkanlidah orang yang gagap, membangkitkan keinginan orang yang lemah, merendahkan kehormatan para raja, menampakkan kehebatan para pemberani, merupakan pintu pertama yang mebelah pikiran dan kecerdikan, kerananya ada tipu daya yang halus, gejolak menjadi tenang, akhlak dan keperibadian menjadi tertata, ada kegembiraan yang menari-nari dalam jiwa dan kesenangan yang bersemayam dalam hati."


Tafsiran cinta yang saya suka :

Mereka bertanya Al-Hallaj yang di dalam penjara tentang makna cinta. Lalu Hallaj pun menjawab, "Kau akan melihat makna cinta hari ini, esok dan lusa." Lalu hari itu Hallaj dipancung, esoknya badannya dipotong-potong, dicincang-cincang. Lusa abunya diterbangkan oleh angin.

=p Faham?
Hallaj ada kisahnya yang tersendiri, dan ulama-ulama masing-masing memiliki ijtihad mereka.

Ataupun tafsiran cinta oleh Jalaluddin Rumi,

Inilah Cinta: Terbang tinggi ke langit
Setiap saat mencampakkan ratusan hijab
Pertama kali menyangkal hidup ,
Pada akhirnya berjalan tanpa kaki
Cinta memandang dunia telah ghaib
Dan tak mempedulikan yang nampak di mata
…
Ia memandang jauh ke sebalik dunia bentuk-bentuk
Menembus hakikat segala sesuatu.

Sekian, selamat bercinta.

Tuesday, March 3, 2009

Kebingungan. Kucing. Perkahwinan. Kehilangan. Perempuan. Ketaksuban. Mazhab cinta. Adik.

Amaran : Post kali ini adalah antara yang terpanjang pernah saya tulis. Walaupun telah diringkaskan, tetap panjang juga. Jika anda mahu, anda boleh melawat Utusan Online untuk artikel yang lebih pendek.

Banyak perkara yang berlaku hari ini.

Hati itu. Yang busuk dan bernanah.

Pagi itu. Hati saya bernanah. Busuk. Meloyakan. Mungkin inilah hati saya selama ini. Bernanah. Busuk. Meloyakan.

Saya teringat pada salah satu tulisan saya, yang saya tulis untuk mengingatkan diri saya sendiri, saat-saat begini.

Manusia yang tidak dapat mengawal dirinya tidaklah layak untuk hidup.

Tidak layak untuk hidup, tetapi tidak berani pula untuk menerima sebarang hukuman dari langit.

Saya yang kebingungan.


Kucing.


Pagi itu saya pergi ke kelas. Dah tentu, hari-hari saya pergi kelas (takkan nak ponteng?). Kelas Surgery, di regional hospital (oblastnaya balnitsa). Sedang asyik menekuni buku, seorang kawan saya menceritakan tentang video yang baru dilihatnya. Video tersebut dipaparkan di blog Bidayatul Hidayah, yang menurut saya blog tersebut adalah antara blog-blog yang bagus. Bercerita tentang video tersebut, teringat saya kepada Azzad, yang sememangnya meminati gadis berpurdah. Yup, video-video dalam blog tersebut banyak memuatkan gadis-gadis yang berpurdah.

Maka saya pun pulang ke rumah sebentar untuk berehat dan melihat video yang dikatakan itu. Sesampainya di rumah, saya terbeban dengan satu tugas tambahan pula. Saya perlu membersihkan berak seekor kucing yang tinggal di rumah saya tanpa membayar sewa. Tempat kucing tersebut berak dirahsiakan bagi mengelakkan sebarang muntah berlaku Hendak lihat gambar kucing tersebut? Silakan. Muka comel, tapi tak reti nak berak di tempat yang sepatutnya.




Perkahwinan.

Kemudiannya saya membuka laman web yang dimaksudkan. Berikut adalah video yang mengulas perkahwinan antara Syafiq dan Mazidah baru-baru ini.





Hendak lihat video-video yang lain? Lawati blog Bidayatul Hidayah di alamat berikut :

http://blogs.albawaba.com/alhidayah

Atau anda berminat untuk dengar lebih lanjut tentang perkahwinan, saya cadangkan anda satu artikel daripada kawan saya. Silakan tekan.

The traditional malay marriage..convoluted.indeed.

Jika nak dikira, Syafiq adalah lelaki ketiga yang sudah pun bergelar suami selepas Mat Pih dan Fahmi. Mungkin selain mereka ada yang telah berkahwin, tapi saya memang tak mendengar apa-apa cerita. Mungkin ada orang nak khabarkan kepada saya yang sebenarnya Mujahid dah kahwin? Ahmed? Ezuwan Ezani mungkin? Haha. Gurau.

Saya melihat video-video yang dihasilkan adalah satu usaha yang bagus sekali. Mudah difahami. Ringkas dan padat. Itu dari segi video. Dari segi perkahwinan pula, secara jujurnya saya memang tak sangka yang saya sendiri dapat melihat (baca : melihat, bukan melalui ) perkahwinan pada usia muda remaja, semasa masih di bangku universiti.

Saya pada mulanya turut berminat nak membincangkan tentang isu perkahwinan ini dengan lebih lanjut, tapi terpaksa mematikan niat saya kerana perbincangan itu pasti panjang berjela. Lain kali sahaja. Tapi apa yang boleh saya katakan ialah, memetik kata-kata Saifulislam.com ,
“Jadikanlah perkahwinan itu sebagai medan untuk memberi, bukan (melihatnya untuk) menerima (semata-mata)”

Nasihat di atas terpakai untuk yang baru berumah tangga, juga yang sudah lama berumah tangga. Tidak ada kaitan pula dengan yang sudah meninggal dunia.


Kehilangan.

Saya kemudian meneruskan pembacaan saya. Saya ingin melihat satu blog yang bagi saya memuatkan kata-kata yang cukup indah. Blog tersebutlah yang telah menyebabkan saya terdorong untuk menghasilkan beberapa puisi yang agak panjang sedikit, iaitu Hati, Angin dan Mimpi.

Sebelumnya saya tidak menulis sepanjang itu (walaupun hakikatnya puisi-puisi tersebut agak pendek ) tapi saya cuba untuk menumpukan seluruh perasaan saya dan mencurahkannya ke atas kertas untuk menjadi sesuatu yang panjang dan bermakna. Dan bermakna bagi saya ialah apabila saya tidak akan jemu untuk membacanya berulang-ulang kali.

Ia tidak semestinya jadi begitu juga buat orang lain, buat anda semua, tapi itulah yang terkesan pada saya.

Namun demikian, buat kali keduanya, blog itu telah hilang secara ajaibnya. Sedikit sebanyak saya rasa terkilan, atau mungkin juga sedih. Tapi sekurang-kurangnya saya sempat menyimpan sebuah tulisan tentang cinta. Saya jadikan ungkapan cinta itu sebagai pengakhiran bahagian sedih ini. Saya akan memadamkannya jika tuan punya ungkapan ini tidak ingin saya meletakkannya dalam blog saya ini.

cinta

cinta itu jernih dan berkuasa.
maka tentu kebencian paling tegar pun akan cair dengan cinta. gelisah dan marah pun bisa reda dengan cinta. sedih dan sedu pun pergi saat dipujuk dengan cinta.

cinta itu teguh dan bernyala.
sehingga ujian apapun tak bisa mensirnakan warnanya. susah dan derita pun tak merubah ia. pengkhianatan pun takkan boleh mencalari kehalusannya.

cinta itu agung dan suci.
ia datang dari sudut hati paling dalam. yang percaya dan rela.

cinta itu anugerah.
dari yang sempurna.

Posted by alya



Perempuan.

Mengapa mereka? Sebab berdasarkan apa yang saya tahu, video-video di atas adalah dihasilkan oleh kaum Hawa. Majoritinya. Atau mungkin semua sekali?

Benar-benar membuka mata. Saya sudah lama memahami yang taraf lelaki dan perempuan itu sama. Yang membezakan mereka adalah takwa. Tapi mungkin dari sudut hati saya, saya lebih kagum terhadap kaum Adam. Lebih ramai lelaki yang dapat melihat dunia ini menurut yang sepatutnya berbanding perempuan. Tak ramai perempuan yang boleh membincangkan isu-isu. Perempuan lebih emosional. Tidak rasional. Kebanyakan perempuan hanya mengikut.

Tapi bukankah saya silap. Mereka juga ada fikrah perjuangan yang mantap. Kalau lelaki membacakan kepada mereka ayat 31 surah An-Nur, maka mereka akan membalasnya dengan ayat 30 surah An-Nur juga. Dan selalunya merekalah yang lebih jernih dalam melihat sesuatu yang orang lelaki tidak dapat nampak kerana keegoan mereka.

Perempuan zaman moden bukanlah calang-calang orang.

Rabiatul Adawiyah, antara manusia kepunyaan Cinta yang telah Dia bebaskan dari perhambaan manusia.

Ketaksuban.

Petang itu saya perlu pergi ke universiti. Bangunan utama. Pathology Physiology. Sewaktu rehat, saya membincangkan tentang Imam Al-Ghazali. Suatu perbincangan yang sebenarnya telah bermula saat kelas Surgery pagi tadi.

Tak perlu diingatkan berkali-kali agar tidak taksub kepada seseorang. Tak perlu. Saya khuatir bila kita selalu mengatakan kepada orang lain ,"jangan taksub, jangan taksub" setiap kali orang lain ingin memberikan pendapat, maka yang wujudnya bukan ketaksuban terhadap pemimpin, tapi rasa ujub (berasa hairan pada diri sendiri) pula yang berlaku. Mengapa? Kerana kita berfikir, kitalah manusia bagus yang boleh memberikan hujah kebaikan dan keburukan seseorang itu.

Saya hanya ingin memberitahu rasa kekaguman saya terhadap mereka. Imam Al-Ghazali, Imam Hassan AlBanna, Syed Qutb, Tun Mahathir, Dr Asri atas pendapat-pendapat mereka yang benar. Bersetujulah dengan saya bila perkara yang saya kagumi itu berlandaskan syarak, tegurlah saya bila kekaguman itu bukan yang berlandaskan syarak.

Bukankah teman yang sebenar sifatnya saling membenarkan? (mempercayai ketika benar, dan menegur bila salah)


Mazhab Cinta.

Bercerita tentang Imam Al-Ghazali, atau Hujjatul Islam nama gelarannya, saya cadangkan anda baca buku-buku beliau.

Mencintai Tuhan.

Kalau benar ingin begitu, belajarlah sedikit sebanyak tentang kesufian. Imam Al-Ghazali adalah sumber yang baik. Dia adalah orang yang menghubungkan syariat dengan tasauf dalam satu bentuk yang mudah difahami masyarakat. Dia menjaga batas-batas kesufian dalam norma-norma kehidupan orang awwam.

Tapi kemudiannya anda menempelak saya dengan kesesatan sufi (ada juga yang sesat, yang mengikut kerahiban Kristian). Padahal tasauf adalah soal hati. Barang siapa yang melebihimu dari sudut hati, bererti dia telah melebihimu dari segi tasauf. Perbetulkan fahaman anda sebelum mahu menempelak orang lain.

Hmm, entahlah. Saya ingin menyampaikan. Tapi saya bimbang, andai kata anda akan mendapat persepsi yang salah. Bagi yang tidak prejudis, boleh menerima, berfikir, tidak ego, dan terdorong oleh niat yang baik, maka saya ingin promosikan satu laman web yang mengumpulkan karya-karya Imam Al-Ghazali.

Al-Ghazali website


Saya juga ingin menunjukkan sebuah cerita tentang Laila dan Majnun yang saya temui sewaktu mencari ‘blog yang hilang’ seperti dalam cerita di atas tentang kehilangan.
Sekali lagi, saya ingatkan.
JANGAN TEKAN bila anda masih lagi kabur, dan anda tak faham sepatah haram pun apa yang saya cakapkan di atas.

Laila Majnun-sebuah kisah cinta sejati; karya ahli sufi

Adik.




Comel tak? Gambar ini adalah gambar adik saya sewaktu masih kecil.

2 Mac adalah hari lahir salah seorang adik saya. Maka marilah kita sama-sama doakan agar dia akan menjadi seorang manusia seperti yang diinginkan oleh agama. Moga dia juga akan berjaya menjawab peperiksaan UPSRnya pada tahun ini dengan cemerlang. Amin.

Bagaimana nak cakap, ya. Antara semua jenis manusia, yang paling dekat dengan kita adalah keluarga kita. Ini apa yang saya fikir. Tapi saya juga masih merasakan yang saya masih belum dapat menjalankan tugas saya dengan sempurna. Saya selalu lupa dan tidak berfikir panjang. Saya juga orang yang susah nak menunjukkan perasaan, kalau tak silap saya. Tapi saya pernah terdengar,
“ Orang yang tidak reti nak menunjukkan kasih sayangnya tidak akan diasayangi oleh manusia lain”




Sekian, saya akhiri post ini.