javascript:void(0)
Don't believe everything i've said, heck, don't believe anything. Learn to differentiate facts and personal opinions. Do your OWN research, then, CHOOSE what to believe.

Sunday, August 10, 2025

Al-Hamm dan Al-Hazan

 Al-Hamm dan Al-Hazan



https://www.youtube.com/watch?v=h8I8-cUfW7s

berdamai dengan takdir - ustaz adnin


https://www.tiktok.com/@zayan.my/video/7517481788843789575

- Menyesal sebab keluarga suami tak solat

Macam mana nak buang rasa menyesal tu? As simple as jangan sombong sangat dengan hidayah yang Allah bagi. Allah boleh tiba-tiba bagi hidayah kat kita, Allah boleh tiba-tiba tarik balik hidayah daripada kita.



https://www.tiktok.com/@robdial/video/7535222583596223775

Stop taking things personally.

Bukan untuk excuse sikap orang lain.

Mungkin, seseorang jadi begitu adalah sebab trauma masa lalu, seorang kanak-kanak yang dilukai waktu kecil - luka tak pernah sembuh - dan kini berada dalam badan seorang dewasa.


Mereka 'project their own pain, their own insecurities'.



https://www.tiktok.com/@am.event/video/7520495552367299845

Iman kepada qadha dan qadar (ketentuan dan takdir Allah) dapat menjadi obat bagi perasaan "al-hamm" (kegelisahan atau kesedihan masa lalu) dan "al-hazan" (kekhawatiran atau kesedihan masa depan). Dengan memahami bahwa segala sesuatu terjadi atas izin dan kehendak Allah, seseorang dapat merasa lebih tenang dan lapang dada dalam menghadapi cobaan hidup. 


Al-Hamm (Kegelisahan/Kesedihan Masa Lalu):

Ketika seseorang merasa gelisah atau sedih karena peristiwa masa lalu, iman kepada qadha dan qadar mengingatkan bahwa semua itu telah ditakdirkan oleh Allah. Peristiwa tersebut mungkin menyakitkan, tetapi dengan menerimanya sebagai bagian dari rencana Allah, seseorang dapat belajar untuk melepaskan beban masa lalu dan fokus pada masa kini.


Al-Hazan (Kekhawatiran/Kesedihan Masa Depan):

Begitu pula dengan kekhawatiran akan masa depan. Iman kepada qadha dan qadar mengajarkan bahwa Allah telah menentukan segala sesuatu. Meskipun kita tidak tahu apa yang akan terjadi, kita dapat yakin bahwa Allah akan memberikan yang terbaik. Dengan berserah diri kepada Allah dan berusaha sebaik mungkin, kita bisa mengurangi rasa khawatir dan fokus pada usaha yang sedang dilakukan.


Dengan memahami dan mengamalkan iman kepada qadha dan qadar, seseorang dapat mengurangi dampak negatif dari perasaan al-hamm dan al-hazan. Hal ini akan membawa ketenangan jiwa, kedamaian batin, dan kemampuan untuk menjalani hidup dengan lebih optimis dan ikhlas. 


Taisir, Takhfif, Tarbiyah dan Taubah


Kadang sebab ujian, Allah nak meringankan ujian masa depan, menggantikan sesuatu yang lebih teruk, mendidik dan mengingatkan untuk memohon ampun atas kesilapan.




https://mashoori.wordpress.com/2009/02/23/beriman-kepada-qada-dan-qadar/


Takdir dan Usaha - iman kepada takdir tak sepatutnya mengabaikan usaha

Takdir dan Redha - memang kena redha, tapi ada benda yang tak patut kita redha - contohnya perbuatan dosa.

Saturday, August 9, 2025

Empathy

for you it's nothing but to them is is their everything

Terkadang kita minta dan harapkan empati dari orang lain, tapi sejauh mana kita buat benda yang sama?

“To the world you may be one person; but to one person you may be the world.”― Dr. Seuss

Kita tak boleh harapkan orang melihat sesuatu sebagaimana kita melihat sesuatu perkara. 


Tak perlu berterima kasih, tak perlu penghargaan... hanya cukup untuk tak menyakiti dengan meminta yang lebih, kemudiannya mengherdik atau memarahi atau lebih teruk merendah-rendahkan pemberian apabila tak dapat apa yang dikehendaki.

Tabebuia rosea

 Itu nama pokok yang kita jumpa ketika di Bangi.

Dan tak disangka, nama tu diulang semula beberapa waktu selepas itu.
Anak sewaktu kecil, menyerap segala benda - dan kita tak tahu bahagian mana yang akan dia ingat dan bawa sampai ke dewasa.


Semalam, pergi ke sekolah sesi report card anak-anak.
Cikgu memang memberikan feedback yang positif.

Di satu saat, Ibrahim pernah berceramah kepada Musa, cerita tentang sab'a samawat yang mana maksudnya tujuh langit. Di sisi lain, mereka berdua memang rajin menghafal surah-surah.

Kemajuan diorang, adalah kemajuan yang tak pernah saya capai seusia itu.

Terkadang bertanya sendiri, apa yang saya buat yang melayakkan untuk dapat anugerah ini.

Haza min fadhli rabbi.

Hanya mampu bersyukur... memohon ampun atas segala salah dan silap... dosa-dosa yang dilakukan.

Friday, June 6, 2025

Berpesta

hari pertama cuti persekolahan, lepas hantar Sumayyah ke taska, bawa Ibrahim dan Musa ke Bangi untuk ditinggalkan di sana. Nanti umi ayah akan datang hari sabtu pagi.


Husna dalam sesi tazkirah pagi ini menceritakan bagaimana suka dan kagumnya dia dengan Prof Muhaya.


Prof Muhaya mulanya live di tiktok dan kemudian bawa penonton tengok live di telegram pula.


Antara isi kandungan:

- suruh create self worth, jangan nak minta maaf atas tindakan sendiri (dalam kes ini saya beritahu kalau untuk sendiri boleh lah, kalau in charge support Mahersaham - dah pasti kena selalu ringan mulut minta maaf)

- kalau tak mampu bayar yuran kelas, boleh jadi memang kelas ini tak sesuai untuk orang itu


perjalanan seterusnya adalah menghadiri program yang katanya dua hari berkaitan AI chatbot. Semalam saya tidur lebih kurang 230pagi, hari ini sepatutnya rabak ditambah lagi sanggup pula nak travel dari Melaka ke KL.


dalam program ada jumpa beberapa orang yang mengenali saya, dan saya pun berkenalan dengan mereka.

- dr yussra bariatric surgeon juga time cycle analyst MATA

- nidzam dari physio mobile yang sebelum ini saya pernah juga tegur whatsapp story (ketika itu kononnya nak jadi ejen takaful yang hebat close). Kawannya bernama Syafiq

- Megat dari evo dagang / funnel evo bawah Fahdi Ghazali yang hampir 1 tahun bekerja



sebenarnya yang turut memotivasikan perjalanan hari ini adalah pesta buku di WTC. Kalau tak pergi hari ini, boleh jadi memang langsung tidak ada kesempatan lagi pada hari-hari yang berikutnya.


pergi ke pesta buku adalah peluang untuk menelaah dan melihat 'sample' buku yang ada. citarasa setiap orang berbeza. Pada usia tua begini

- saya tidak berapa gemar fiksyen

- buku non fiksyen terutamanya bawah terbitan The Patriots banyak juga yang saya beli melalui TikTok namun tak selak-selak

- tidak gemar puisi yang tak dapat difahami dengan mudah atau tak berapa ada pengajaran yang dapat terus dipegang dalam hidup


kalau ikutkan dah bertahun tak pergi pesta buku, cuma kali ini tak tahu kenapa sangat terpanggil nak pergi.


fathi penulis blog bersamakepuncak.blogspot.com ada menulis buku, dan kebanyakan buku dikeluarkan oleh The bibilio press kalau tak silap. Saya ada follow di facebook, dan mereka ada booth dekat pwtc.


dah malas beli banyak buku tak baca, lebih baik tengok sample baru pilih nak beli atau tak. Jadi pesta buku pastinya adalah tempat yang terbaik untuk aktiviti tersebut.


cuma kita berlumba dengan masa, saya kalau ikutkan kena balik hari dari melaka-KL. Akibatnya wife akan $%#$^^%^ kalau balik lambat dan sememangnya itu yang berlaku.


booth pertama adalah booth jual buku mandarin, tak beli apa-apa sebab dah enroll untuk dua orang dalam Kunkwan Mandarin class tapi langsung tak komited. Duit terbakar..


seterusnya saya ke booth ibde. Kenal ibde daripada ZRA, penulis buku Anekdot Jalanan yang saya kira sangat best. Dalam dunia banyak cerita palsu, atau gambaran sosial media yang jauh dari realiti, buku pasal pengalaman adalah satu nafas baru. 


Walaupun sebenarnya bila menulis, penulis juga boleh memilih untuk menyembunyikan sesuatu dan memaparkan sesuatu yang bukan realiti.


ada seorang lelaki, assistant di booth ibde menghampiri saya dan bertanya apa yang saya nak cari.


sebab dekat situ saya dah selak buku "Surat Kepada Penyair Muda" karangan Raner Maria Rilke dan diterjemah oleh Pauline Fan, maka saya tanya ada  tak buku macam ni lagi?


"Masuk ke dalam dirimu. Teroka apa yang mendesakmu menulis; apakah akarnya telah menjalar ke dasar batinmu? Akui bahawa adalah kamu pasti mati kalau dilarang menulis lagi. Paling mustahak, tanya dirimu pada saat malam yang tersunyi: mestikah aku menulis? Cungkillah sanubarimu untuk mencari jawapan yang mendalam. Dan sekiranya suara hatimu menyatakan persetujuan, sekiranya kamu menjawab pertanyaan berat ini dengan kata "Aku mesti" yang kuat dan yakin, bentukkan kehidupanmu mengikut keperluan ini, biarkan seluruh hayatmu sehingga detik terkecil dan terabai menjadi tanda dan saksi hasrat ini"


dan dia cadangkan buku Manusia Asuhan Rusa, saya dah selak, dan saya tak berapa minat sebab saya malas nak terlibat dalam ilmu kalam dan falsafah - lagi pula novel. Ini boleh jadi sebab setelah terdedah dengan pegangan salafi dan bagaimana mereka sebolehnya mengelak dan tidak menggalakkan mendalami ilmu kalam yang lebih berkisar kepada mencari kebenaran dengan menggunakan ilmu falsafah.


saya bertanya lagi tentang puisi, apa yang menariknya tentang puisi? saya bertanya sebab geram, buku-buku yang ada tidak dapat menarik minat saya - atas beberapa sebab

- perkataan yang terlalu bombastik, maka saya tak faham

- lebih kepada susunan perkataan supaya jadi macam pantun atau irama


saya ingin mendengar Zahid M Nasir (assistant tersebut - salah seorang penterjemah ibde) memberikan pandangan. 


berkenalan dengan orang baru dan mendengar pandangan atau pemikiran adalah sesuatu yang memuaskan, sekalipun pandangan kita tak semestinya sama.


dia tanya saya, siapa penyair yang saya suka, saya tak ingat nama lain, memandangkan saya ada berkongsi satu puisi dalam sesi tazkirah dalam syarikat, maka saya sebutlah Usman Awang - yang mana saya suka puisi dia pasal Melayu.


pernah juga ada baca buku novel beliau - Sakura Mengorak Kelopak sebab buku itu ada di rumah saya waktu saya kecil.


terus pembantu itu menyanyikan lagu yang katanya digubah dari puisi Usman Awang. Boleh tahan 'high' juga mamat ni. Saya sebut lagi Chairil Anwar sebab ingat kan dia yang tulis,


"Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

Dengan kata yang tak sempat diucapkan

kayu

Kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana

Dengan isyarat yang tak sempat

disampaikan

awan

Kepada hujan yang menjadikannya tiada"


tapi rupanya puisi itu ditulis oleh Sapardi Djoko Damono.

Dah sebut Chairil Anwar, pembantu itu kata sajak Ada Apa dengan Cinta ditulis oleh Chairil Anwar seperti di sini https://anakjagung.blogspot.com/2010/05/aku-ini-binatang-jalang-chairil-anwar.html


Bila lawati blog itu, membaca


"Aku lari ke hutan, kemudian menyanyiku,

Aku lari ke pantai, kemudian teriakku

sepi... Sepi dan sendiri aku benci.

Aku ingin bingar. Aku mau di pasar.

Bosan aku dengan penat, dan enyah saja kau, pekat!"


maka terbayang Dian Sastrowodoyo yang membaca puisi tersebut dengan suara yang jelas dan sedap.


Apa-apa pun, akhirnya saya ambil juga buku puisi Pecah dan Lupa karangan oleh Abdullah Hussaini sebab nampaknya macam itu lah yang saya boleh terima, dan sempat juga dicadangkan oleh pembantu itu.


dalam puisi bertajuk "bunga seberang", ada tertulis


"selamat malam, kekasihku

di seberang laut, semua beza

udara, angin dan waktu

yang serupa, hanya rindu, cinta"


perjalanan diteruskan, dan saya pun berhenti di satu booth yang lain. Ada penulis sofia roses nama diberi, tapi menulis novel. Selak punya selak, macam saya kata, saya dah tiada masa untuk membaca novel.


namun ada buku lain yang ditulis.

sejujurnya saya tak adalah minat english poem atau puisi, kalau ada yang kena dengan jiwa saya kira adalah puisi Jalaluddin Rumi yang dialih bahasa atau Lang Leav.


Tapi membaca poem oleh Sofia Roses, saya kira untuk setiap mukasurat pasti ada kesimpulan ata hikmah yang saya boleh garap


"A broken heart can rediscover how to feel,

in the remnants of what was once whole.

Now shattered into fragments, taking its toll.


But through the passage of the right time,

a stronger self emerges, finding a purpose sublime.


Sometimes,

your heart breaks,

only to rebuild your

perspective.


—————————


Moving on,

doesn't erase

the scars of the past,

it signifies that pain

no longer influence your life.


As you continue to move forward,

you come to understand that,

the past was merely a lesson,

not a sentence for life."


selepas itu pergi ke booth The Patriots. Selak buku Adikuasa oleh Ayman Rashdan Wong. Faizal pun ada hasilkan buku baru. Tebal. Dah cukup, letak balik. Saya tak akan habis baca, beli hanya sebab nak jadikan koleksi in case masa depan susah nak dapat buku macam ni.


Ada gadis ayu menjadi assistant booth, namun saya malu, tak ada apa nak tanya, berlumba dengan masa. Hanya ambil buku-buku saintifik oleh Zamri Mohedin dan bayar di kaunter.


Dan akhirnya, booth terbaik jatuh kepada The Biblio. 

Saya nampak buku "Musyawwarah Burung", disebabkan saya tak ada hardcopy yang cantik - maka saya beli. Teringat juga seorang junior saya menghadiahkan buku ilustrasi berdasarkan Musyawarah Burung ini dan saya sangat menghargainya.


Seorang assistant menghampiri saya dan saya pun bertanya (dengan niat untuk menguji) - buku ini cerita pasal apa?


kagum sebab dia boleh ceritakan sinopsis atau secara kasar buku itu tentang apa. Memang dia membaca buku-buku ini. Kemudian dia bawa juga ke buku lain, ada juga novel, cuma kali ini saya ambil sebab dia kata buku ni ada unsur simbolik, bestseller atau klasik di Korea tentang bagaimana manusia ni ada benda yang perlu dibersihkan dan jenis-jenis kotoran kita akan termui dalam "Dobi Hati Marigold"


Buku lain yang saya ambil, 

"Bagaimana Buku Mengubah Hidup Saya" - menceritakan pengalaman peribadi 12 pencinta buku.

"Lentera Ilmu : Catatan-catatan Dunia Buku" oleh Najibah Abu Bakar, macam buku di atas tetapi seorang penulis dan rumus banyak buku.

Buku tulisan Fathi kawan Moscow (entah dia masih kenal saya atau tak)

-"Berfikir Tentang Pemikiran"

- "Dua Sayap Ilmu"


Ini adalah antara nasihat beliau,


"Saya sendiri mula menulis blog pada umur 18 tahun, pada waktu itu saya blogging baru mula terkenal di Malaysia, saya rasa tercabar kerana adik saya mempunyai blog. Saya pun mula menulis blog, walhal saya pun tak tahu ketika mula tersebut blog itu apa. Tapi dunia ini pelik dan punya cara tersendiri dalam putarannya, kadang tak terfikir dek akal manusia. Saya juga pelik ada orang yang baca blog saya, bahkan ada yang menulis tentangnya dan memuji tulisan saya, walaupun saya sendiri tak rasa apa yang saya tulis itu menarik. 10 tahun selepas itu saya mula serius menulis buku yang memuatkan pengalaman saya juga idea-idea dari pembacaan. Kemudian pada tahun seterusnya saya bersama rakan-rakan menerbitkan sebuah antologi puisi kecil.Lebih pelik ada orang yang membeli dan membaca buku saya. Jadi jangan rasa tidak signifikan, tuliskan idea-idea anda."

https://bersamakepuncak.blogspot.com/2020/04/training-at-home-penulisan-kritis.html


Saya pun pulang, dan dalam perjalanan saya mendengar satu podcast, mungkin itu kita ceritakan di lain waktu.


Meluangkan masa sebentar menonton "A deadly american marriage" bersama wife.


Dengan menonton dokumentari kisah jenayah kita boleh menjadi hakim atau detektif yang duduk di sofa; terkadang memilih satu pihak dan memaki hamun pihak yang satu lagi seolah kita tahu semua fakta berkaitan kes dan penilaian kita pasti tidak salah.


Apa-apa pun, saya telah berpesta pada hari ini.